Blogsite Informasi Transparansi

6 Sikap Yang Menentukan Sebagai Seorang Pemenang

6 Sikap Yang Menentukan Sebagai Seorang Pemenang

Enam Sikap Pemenang - Sikap yang harus kita lakukan ketika kita ingin menjadi seorang pemenang dalam hidup, tidak ada satu orang pun yang tidak ingin menang, contoh kecil yaitu dalam ajang perlombaan, menjadi juara kelas, atau pun menjadi pemenang dalam berbisnis, bahkan menjadi pemenang untuk merebut hati si dia :)



1. Positif - Enam Sikap Pemenang
Tiga langkah menuju sikap yang positif
  • Berpikirlah, jangan reaktif. Kalau timbul kesulitan, kecendrungan alami kita adalah panic atau marah, bahkan penuh kebencian. Reaksi seperti itu dikondisikan secara emosional, dan kalau perbuatan seseorang ditentukan dalam kondisi pikiran seperti itu, kemugkinan besar dia akan berbuat secara tidak rasional. Kita harus mendisiplinkan diri agar tenang dalam berpikir, kita harus mendinginkannya. Karena pikiran tidak dapat berpikir kalau sedang panas, hanya kalau sedang dinginlah pikiran anda akan menghasilkan konsep-konsep Faktual rasional yang akan membawa solusi-solusi. Jadi jangan biarkan diri anda emosi.
  • Jadilah pemikir “Bagaimana”. Pemikir bagaimana dapat mengatasi berbagai masalah dengan efektif karena ia tahu bahwa Nilai itu selalu sulit secara hakiki. Ia tidak membuang-buang energy dengan berandai-andai melainkan langsung bekerja untuk menindak lanjuti “Bagaimana”
  • Percayalah bahwa anda Bisa, maka anda pasti bisa. Prinsip dinamis ini telah didemonstrasikan dalam kehidupan, banyak orang percaya sehingga keabsahannya tidak perlu diragukan lagi. Sangat penting untuk percaya bahwa anda bisa, dengan pertolongan tuhan (Allah swt), menghadapi dan mengatasi segala masalah. Kalimat/kata-kata percaya  bisa terpadu dalam kesatuan apa yang akan anda perbuat dengan kreatif tentunya. Kalau anda percaya anda bisa, maka pasti nya anda bisa.

2. Berani
Rencana tiga langkah untuk meniadakan rasa takut
  • Bertekadlah untuk menjadi orang beriman, dalam meniadakan rasa takut, hal yang paling pertama diperbuat adalah mengatakan dengan tekad : Aku tidak mau dimotivasi olah kecemasan dan rasa takut lagi. Aku ingin membuang rasa takut dan cemas dari pikiranku dan tidak lagi didominasi olehnya.  Tentu, mengucapkan kalimat tersebut seberapa bertekad pun, tak ayal akan membawakan hasil, tetapi kalau anda teguh menguatkannya dan bertekad untuk bertekun dalam hasrat serta keputusan anda itu, pasti berhasil.
  • Hadapilah rasa takut anda satu persatu.ambillah kertas dan tulislah segala hal yang anda takuti. Buatlah daftar yang selengkap dan sejujur mungkin. Lalu pelajarilah dengan seksama daftar tersebut untuk menentukan rasa takut mana yang paling menonjol, yang mungkin muncul setiap harinya dan paling mengganggu anda, putuskanlah untuk menyerang rasa takut itu saja.
  • Tingkatkanlah Iman anda. Prosedur ketiganya adalah apa yang dapat disebut program dadakan rohaniah, atau metode meningkatkan iman dengan cepat. Dalam pengertian yang terbaik, jelas iman adalah hasil dari proses ruhaniah yang dikembangkan dalam waktu lama. Tetapi karena kita menghadapi masalah praktis berupa rasa takut dan belum memiliki iman untuk menghadapinya, kita perlu membangun iman sekaligus.

3. Antusias
Bagaimana cara mengembangkan antusiasme
  • Mulailah hari anda dengan benar.
  • Bacalah Kitab suci Anda.
  • Cintailah kehidupan dan orang-orang.
  • Peliharalah tingkat Energi Anda.

4. Damai
Mekanisme Fisik anda peka terhadap apapun yang berkecamuk dalam benak anda. Dan karena kuatir itu berada dalam benak anda, dampaknya dapat menghancurkan seluruh bagian tubuh anda.
Suatu kekuatiran pertama-tama membuat aliran kecil dalam kesadaran kita,jika berulang-ulang aliran kecil itu berubah menjadi saluran ketakutan dan kecemasan. Kalau sudah begini hampir setiap pikiran diwarnai oleh kekuatiran, akibatnya anda menjadi penakut, pencemas. Dengan proses ini, anda telah menciptakan iklim mental dimana kekuatiran tumbuh subur dan akhirnya mengambil alih, mendominasi seluruh pengalaman hidup anda.

5. Percaya diri
Kebanyakan dari kita akan mengakui bahwa ada hal-hal yang perlu diubah dalam kehidupan kita, unsur –unsur yang tidak sesuai dalam kepribadian seringkali berkontribusi pada kegagalan dan ketidak bahagiaan. Mungkin kita punya cirri-ciri yang cenderung menyinggung orang lain dan merusak hubungan pribadi yang baik. Mungkin ada kelemahan-kelemahan tertentu serta ketidak memadaian yang melanda kita. Dalam keadaan seperti ini pasti anda akan menyambut kabar baik bahwa ada kuasa tersedia untuk mengubah kehidupan anda.
Kuasa yang menakjubkan ini adalah kehidupan allah dalam diri anda. Ini adalah kuasa yang luar biasa, yang kalau difokuskan, menghasilkan perubahan-perubahan spektakuler dalam kehidupan.
5. Berpengharapan : Saya Punya Masa depan.
Anda punya masa depan! Terlepas dari bagaimana perasaan anda tentang prospek anda serta segala hal yang diberitahukan kepada anda oleh para pembawa kabar buruk, sesungguhnya anda punya masa depan.

Seberapa beratpun segalanya, atau seberapa beratpun keadaan anda, atau seberapa kecil pun anda, anda punya masa depan.

Terlepas dari seberapa tua, atau letih, atau sakit anda merasa. Anda tetap punya masa depan. Seberapa tidak adilpun anda merasa diperlakukan oleh kehidupan dan keadaan, ingatlah selalu anda punya masa depan.
Inti nya kita harus memiliki extra kesabaran dalam perih dan pelik nya kehidupan, jangan mudah putus asa dan selalu bersikap pesimis dalam mencapai sesuatu, kita bisa tidak ada hal di dunia ini yang mustahil tanpa usaha dan doa..., seperti firman Allah swt di bawah ini :

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Yuusuf:33)

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:24)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaahaa:132)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ تَنْزِيلاً(23) فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:23-24)

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (Al-Kahfi:28)

Ini adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuuraa:43)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

Referensi :
Buku Karya Dr. Norman Vincent Peale.
http://www.sarjanaku.com/



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Sudirman Abdullah Dekman, Published at 10/01/2012 07:31:00 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

= Please Kawan, Jangan OOT Komentarnya.
= Mohon Jangan Semat Link Url Atau Sejenis Nya.
= Follow Me | FollBack