Blogsite Informasi Transparansi

Tips Memaknai Keluarga Yang Harmonis dan Sejahtera

Tips Memaknai Keluarga Yang Harmonis dan Sejahtera

Berikut merupakan sedikit Ulasan atau tips mencapai keluarga yang sejahtera, dan itu merupakan impian yang umum bagi setiap insan. Beserta dengan itu, sedikit tatanan penjelasan tentang sebagaimana mestinya menjadi keluarga yang sejahtera berdasarkan kitab suci Al-Qur'an...!

Berikut tips nya :
  1. Cium tangan suami dan dahi isteri setiap kali sebelum beangkat ke tempat kerja masing-masing.
  2. Jika berpisah lebih dari sehari seperti tugas diluar daerah, tambah sedikit frasenya dengan pelukan dan ciuman di bibir.
  3. Walau sesibuk apa pun, luangkan waktu untuk menelepon isteri/suami, sekurang-kurangnya sekali walau hanya sebatas pertanyaan.
  4. Senantiasa ucapkan kata-kata sayang seperti I love you dengan se ihklas atau sepenuh hati sebelum beranjak pergi, sedikit canda di telepon dan sebelum tidur.
  5. Senantiasa mencari peluang untuk makan siang bersama, dengan begitu akan menambah nilai keromantisan rumah tangga.
  6. Selalu bertanya apa yang ia (suami/isteri) lakukan ketika pulang dari kerja, dengan begitu memberi peluang bagi isteri/suami meluahkan perasaan masing-masing.
  7. Sempatkan waktu untuk bercanda tentang apa saja yang berkaitan dengan rumah tangga anda.
  8. Sedia untuk saling mengalah (Demi ke utuhan rumah tangga), jangan biarkan masalah memuncak dan tak bisa terkendali, sering memanfaatkan sedikit waktu demi sepanjang masa.
  9. Adakala nya menemani pasangan ketika menonton, memasak, atau bahkan saling berbagi tugas rumah tangga (toleransi pasangan).
  10. Jangan pernah untuk mencoba berpisah tempat tidur walau anak sudah berderet atau usia sudah senja, kerana ia adalah salah satu amalan penting untuk mengeratkan kasih sayang.
  11. Usahakan untuk Shalat/sembahyang bersama ketika di rumah, berdoa bersama serta bersalam/bermaafan setelah shalat/sembahyang.
  12. Tidak segan-segan atau jijik bila berkeinginan untuk menghabiskan makanan atau minuman isteri/suami.
  13. Sesekali buatlah kejutan seperti membeli hadiah atau kado untuk peristiwa tertentu.
  14. Memakai pakaian yang seksi atau apa sahaja yang anda tahu pasangan pasti menyukainya.Senda gurau/bercanda dalam rumah tangga amat penting, ceritakan sesuatu yang mengundang gelak tawa, seperti teka teki atau apa saja yang bisa meriangkan suasana.
  15. Senantiasa saling merenungkan dan bercerita tentang pengorbanan masing-masing seperti susah payah isteri melahirkan anak dan suami yang berkerja keras mencari nafkah.
  16. Sesekali ubah penampilan anda yang menarik bagi pasangan, untuk membuat pasangan tidak merasa jemu.
  17. Apa saja masalah yang timbul, ada baik nya berterus terang dan berbincang bersama untuk menyelesaikannya.
  18. Senantiasa bertekad untuk menjadi suami/isteri yang baik dalam rumah tangga bahagia karena pikiran yang positif akan memudahkan anda mencapai tujuan tersebut.

Nah, bagi anda yang membaca artikel ini..., mudah-mudahan menjadi manfaat juga semangat dalam meraih/mencapai rumah tangga yang Sakinah Mawaddah dan Warahmah...!


Berikut sedikit Ulasan tentang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah berdasarkan Al-qur'an :

Ketiga istilah ini dapat kita temui dalam firman Allah:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir".(QS. Ar Rum [30]:21)
Dalam Tafsirnya Al alusi menyatakan sakinah adalah merasa cenderung (muyul) kepada pasangan. Kecenderungan ini satu hal yang wajar karena seseorang pasti akan cenderung terhadap dirinya. Padahal menurut imam Ibnu Katsir wanita (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang sebelah kiri. Allah SWT juga telah menegaskan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan pada wanita.

Allah SWT berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ

Artinya:
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita".
(QS ali ‘Imran [3]: 14)

Apabila kecenderungan ini disalurkan sesuai dengan aturan Islam maka yang tercapai adalah ketentraman dan ketenangan. Karena makna lain dari sakinah adalah ketenangan sebagaimana firman Allah:

هُوَ الَّذِي أَنزلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya:
"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS Al Fath: 4)

Demikian pula firman Allah SWT:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya:
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) ".
(Qs. Al fath:18)
Ketenangan dan ketentraman inilah yang menjadi salah satu tujuan pernikahan. Karena pernikahan adalah sarana efektif untuk menjaga kesucian hati dan terhindar dari perzinahan.

Rasulullah saw bersabda:
يا معشر الشباب من استطاع الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج

Artinya:
“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Karena pernikahan dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan”
(Muttafaq ’alayhi dari jalur Abdullâh ibn Mas’ûd)

Mengenai pengertian mawaddah menurut Imam Ibnu Katsir adalah al mahabbah (rasa cinta) sedangkan ar rahmah adalah ar-ra’fah (kasih sayang).

Dalam tafsir al Alusi penulis mengutip pendapat Hasan, Mujahid dan Ikrimah yang menyatakan mawaddah adalah makna kinayah dari nikah yaitu jima’ sebagai konsekuensi dari pernikahan.

Sedangkan ar rahmah adalah makna kinayah dari keturunan yaitu terlahirnya keturunan dari hasil pernikahan. Masih dalam tafsir al Alusi ada juga yang mengatakan bahwa mawaddah berlaku bagi orang yang masih muda sedangkan ar-rahmah bagi orang yang sudah tua.

Implementasi dari mawaddah wa rahmah ini adalah sikap saling menjaga, melindungi, saling membantu, memahami hak dan kewajiban masing-masing antara lain memberikan nafkah bagi laki-laki. Sangat indah perumpamaan yang disebutkan dalam al qur’an mengenai interaksi suami-istri. Allah berfirman:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Artinya:
Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.
(QS. Al-baqarah [2]: 187)
Pakaian adalah lambang dari kehormatan dan kemuliaan karena salah satu fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat. Aurat sendiri maknanya adalah sesuatu yang memalukan. Karena memalukan maka harus ditutup. Maka demikianlah seharusnya hubungan suami-istri. Satu sama lain harus saling menutupi kekurangan pasangannya dan bersinergi untuk mempersembahkan yang terbaik.

Sebagai penutup tulisan singkat ini. Kita harus sadar bahwa pasangan hidup, termasuk kecenderungan/ ketenangan (as sakiinah), rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (ar rahmah) adalah sebagian dari banyak nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hambanya khususnnya hambanya yang beriman.

Perhatikanlah redaksi ayat pada surah ar rum diatas
“Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri” dan “dijadikan-Nya diantaramu rasa sinta dan kasih sayang”
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dirinyalah yang memberikan itu semua kepada hamba-hambanya. Wabil khusus ar-rahmah adalah adalah bentukan (Musytaq) dari salah satu sifat dan Asma Allah yaitu rahima. Demikian pula ar-ra’fah yang merupakan salah salah satu asma dan sifat Allah ar-rauuf (yang Maha kasih).

Untuk apa semua ini? Tidak lain agar manusia berfikir
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Setelah itu beiman, beramal dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan yang seandainya kita hitung nikmat tersebut dengan alat hitung secangggih apapun kita pasti takkan mampu menghitunnya.Allahummaghfir lana, Allahummaj’alna ‘ibadaka shalihin wa syakiriin. Amiin.

Note :
"Mohon Maaf Jika Ada Yang Silap atau Kekurangan Serta Menimbulkan Kesalah Fahaman, akan tulisan ini. Jika ada pertanyaan mohon semat kan Komentar Anda...!

Sekian dan Terima Kasih...!

Referensi :
http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/01/sakinah-mawaddah-wa-rahmah/
http://scaniaz.blogspot.com/





share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Sudirman Abdullah Dekman, Published at 9/18/2012 06:13:00 AM and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

= Please Kawan, Jangan OOT Komentarnya.
= Mohon Jangan Semat Link Url Atau Sejenis Nya.
= Follow Me | FollBack